PENGELOLAAN LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

PENGELOLAAN LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

  1. A.    Pengertian

Perpustakaan berasal dari pustaka dalam bahasa Jawa Kawi yang berarti buku, naskah, karya tulis. Perpustakaan berarti dibukukan, ditulis. Pustaka mendapat awalan per dan akhiran an yang berarti tempat atau kumpulan.

Perpustakaan dalam bahasa inggris disebut library, yang berasal dari kata liber atau libri (latin) yang berarti kulit dari batang pohon dibawah kulit luar, kitab atau risalah. Veterum libri adalah kitab-kitab klasik.

Banyak pendapat tentang perpustakaan atau library, tetapi dalam prinsipnya mempunyai arti yang sama. Dalam Encyclopedia Britania, dijelaskan bahwa : “Library is a collection of printed or written literature”. Perpustakaan adalah koleksi buku-buku, baik yang dicetak atau dala bentuk tulisan. Dalam Encyclopedia Americana, dijelaskan bahwa: “A Library : collection of books, called by various names in various languages”. Perpuatakaan adalah kumpulan buku-buku yang terdiri dari bermacam-macam nama dan ditulis dalam bermacam-macam bahasa.

Dengan demikian, bukan sembarang kumpulan buku dapat kita sebut  perpustakaan, dan bukan sembarang tempat pengumpulan buku kita sebut perpustakaan. Namun kumpulan buku dan bahan pustaka lainnya itu harus diatur dan disusun berdasarkan ketentuan-ketentuan yang mempunyai tujuan tertentu. Bahan pustaka berupa buku, naskah, gambar, foto, slide, film, rontal, dan sebagainya.

  1. B.     Fungsi Perpustakaan

Peter Platt dalam bukunya “Libraries n colleges of Education” mengatakan bahwa fungsi perpustakaan adalah :

  1. Menyediakan buku, majalah, dan bahan lain yang diperlukan oleh para siswa atau mahasiswa untuk kegiatan belajar.
  2. Menyediakan bahan penunjang dalam pengajaran dan penelitian oleh pengajar untuk mata pelajaran yang diajarkannya.
  3. Memenuhi keperluan yang lebih khusus yang disebabkan oleh kekhususan perguruan tinggi, bahan yang diperlukan mahasiswa dalam praktek keguruan dan penelitian.
  4. Menyediakan bahan bacaan seperti buku dan majalah yang sifatnya lebih luas untuk mengembangkan hoby dan bahan hiburan.
  5. Membantu mahasiswa berkenalan dengan literature anak-anak serta memberikan pengarahan dalam pengembangan perpustakaan sekolah.
  6. Membantu mahasiswa untuk keperluannya memperoleh informasi tentang daerah, statistik, alamat serta bahan yang mereka perlukan.
  7. Sebagai penghubung dengan perpustakaan lain.
  8.  Member kesempatan kepada mahasiswa agar dapat berlatih menggunakan buku perpustakaan sebagai modal dalam melaksanakan tugasnya.
  9. Membuat buku pedoman perpustakaan, daftar bacaan untuk mata kuliah tertentu dan mengadakan pameran koleksi perpustakaan.

Perpustakaan memiliki fungsi lain yaitu fungsi rekreatif yang dikemukakan oleh Zainudin HRL dalam pedoman pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi bahwa manfaat perpustakaan bagi mahasiswa dikelompokkan dalam 4 aspek utama :

  1. Aspek Komunikasi atau informatif
    1. Mahasiswa dapat mengambil ide dari berbagai sumber.
    2. Meneimbulkan kepercayaan diri dalam menyerap informasi yang tersedia
    3. Mahasiswa mendapat kesempatan memakai informasi yang tersedia untuk mencapai tujuan
    4. Mahasiswa dapat memecahkan masalah dalam kehidupan melalui informasi.
  1. Aspek Pendidikan
    1. Melalui perpustakaan mahasiswa berkesempatan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan
    2. Mahasiswa dapat mengembangkan minat secara akademis secara luas, mempertinggi kreatifitas.
    3. Mendorong kecepatan untuk memecahkan masalah yang timbul.
    4. Mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis.
  1. Aspek Kebudayaan
    1. Meningkatkan mutu kehidupan melalui bacaan perpustakaan
    2. Meningkatkan minat terhadap kesenian
    3. Mendorong tumbuhnya kreatifitas seni
    4. Mengembangkan sifat hubungan kemanusiaan yang positif antar bangsa
  1. Aspek Rekseasi
    1. Menggalakkan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan rohani
    2. Memberi kesempatan untuk mengembangkan minat rekreasi
    3. Menunjang kreatifitas melalui bacaan di perpustakaan.
  1. C.    Pengelolaan Perpustakaan Sekolah
  2. Pengadaan

Pengadaan meliputi ruangan perpustakaan, perlengkapan perpustakaan, koleksi perpustakaan.

  1. Ruangan Perpustakaan

Dapat dibuat secara permanen atau semi permanen. Gedung permanen adalah ruangan perpustakaan yang dibuat khusus untuk perpustakaan, sedangkan gedung semi permanen adalah gedung perpustakaan yang tidak didesain untuk perpustakaan.

Hal yang diperhatikan dalam mendirikan gedung perpustakaan adalah:

a)      Letak perpustakaan harus ditengah-tengah kegiatan belajar mengajar

b)      Lokasinya harus mudah dijangkau

c)      Menjamin keamanan

d)     Menjamin ketenangan belajar

e)      Lokasi masih berada dilingkungan sekolah

Hal yang harus diperhatikan mengenai luas perpustakaan adalah :

a)      Ruang pimpinan                : 15 m2

b)      Ruang staf                         : 7,5 m2

c)      Ruang guru                       : 3 m2

d)     Ruang serbaguna               : 7,5 m2

e)      Ruang reference                : 3×10% jumlah siswa

f)       Ruang baca                       : 1,6 m2

g)      Ruang penjilidan               : 10 m2

h)      Ruang gudang                   : 8 m2

  1. Perlengkapan Perpustakaan

Perlengkapan perpustakaan meliputi rak buku, lemari, laci catalog, meja, kursi. Jumlah rak disesuaikan dengan jumlah koleksi yang ada. Lemari diperlukan untuk menyimpan peralatan lainnya. Jumlah meja kursi diperlukan untuk pimpinan, petugas, dan pembantu pelaksanaan harian perpustakaan disamping juga untuk pengunjung yang digunakan untuk membaca dan menulis. Peralatan tersebut termasuk barang tak habis pakai seperti alat tulis menulis dan peminjaman buku dan alat pemeliharaan perpustakaan secara keseluruhan.

  1. Pengadaan Koleksi

Alokasi jumlah koleksi perpustakaan meliputi :

a)      Buku teks, minimal 5 judul untuk setiap disiplin ilmu, anggaran 15%

b)      Buku reference, tergantung dari jenis dan tingkat sekolah, anggaran 10%

c)      Buku fiksi dan non-fiksi, minimal 10 judul, anggaran 50%

d)     Koleksi penunjang profesi guru, anggaran 10%

e)      Bacaan tentang daerah, anggaran 5%

f)       Buku tentang perpustakaan sendiri, anggaran 5%

g)      Audio Visual, anggaran 5%

Pengadaan koleksi perpustakaan dapat melalui beberapa cara, yaitu :

a)      Mengumpulkan koleksi milik sekolah kemudian dijadikan dijadikan koleksi milik perpustakaan sekolah

b)      Menambah koleksi sekolah yang sudah ada  dengan jalan menerima hadiah dari siswa yang lulus.

c)      Kerjasama antar perpustakaan sekolah

  1. Penerimaan dan penyusunan buku koleksi perpustakaan

Langkah penerimaan dan penggunaan buku koleksi perpustakaan adalah :

a)      Menerima buku

b)      Menstempel hak milik

c)      Inventarisasi

d)     Labelisasi

e)      Katalogisasi

f)       Filling dan shelving

g)      Pemeliharaan

Sedangkan Klasifikasi berdasarkan “Library of Conggress” seperti berikut ini :

Klasifikasi Decimal Dewey                            Klasifikasi Library of Conggress

HUMANIORA

000 Karya Umum A Karya Umum
100-199 Filsafat B Filsafat dan Agama
200 Agama C Musik
400 Bahasa N Seni Rupa
700 Kesenian dan Rekresi P Bahasa dan Kesusasteraan
Z Bibliografi dan ilmu perpustakaan

ILMU-ILMU SOSIAL

130,150 Ilmu Jiwa C Sejarah
300 Ilmu Sosial D Sejarah Umum
900 Sejarah, Geografi, Biografi H Ilmu Sosial
J Ilmu Politik
K Hukum
L Pendidikan

SAINS dan ENGINERING

500 Ilmu Eksakta R Kedokteran
600-625 Teknologi, Kedokteran, Enginering T Teknologi
640 Home Ekonomi Q Sains
660 Teknologi Kimia U Ilmu Militer
V Ilmu Laut

BISNIS dan INDUSTRI

630 Pertanian S Pertanian, Industri, Perkebunan, dan Peternakan
650 Bisnis HE Transportasi dan Komunikasi
670 Pabrik HG Keuangan
680 Pertukangan
690 Bangunan
  1. Personalia Perpustakaan

Personil perpustakaan terdiri dari :

  1. Kepala perpustakaan
  2. Petugas perpustakaan

Sebagai pedoman jumlah dan kualifikasi personil perpustakaan yang dibutuhkan adalah :

  1. Kepala perpustakaan
  2. Tenaga teknis
  3. Kepala unit
  4. Siswa
  1. Pelayanan Perpustakaan Sekolah

System pelayanan yang dapat digunakan diperpustakaan ada 2 bentuk, yaitu :

  1. Pelayanan bersifat terbuka, yaitu pelayanan dimana setiap pemakai perpustakaan dapat masuk bebas ke penyimpanan buku, memilih langsung dan mengambilnya sendiri sewaktu akan dibaca atau dipinjam.
  2. Pelayanan bersifat tertutup, yaitu system pelayanan dimana setiap pemakai tidak boleh masuk ke ruang buku, sedangkan untuk memilih buku untuk dipinjam atau dibaca harus menggunakan daftar buku yang disediakan dan dilayani oleh petugas.

Adapun jenis pelayanan yang ada di perpustakaan yaitu :

  1. Pelayanan sirkulasi

Pelayanan yang berkenaan dengan peminjaman dan pengembalian buku koleksi perpustakaan.

Tugas pokok pelayanan sirkulasi ini adalah :

a)      Melayani dan menyelesaikan administrasi peminjaman dan pengembalian buku

b)      Membuat tata tertib serta pengumuman tentang peminjaman dan pengembalian buku

Ada beberapa bentuk peminjaman yang dapat dilakukan adalam layanan sirkulasi :

a)      System daftar

Dengan memakai buku bergaris untuk mencatat tanggal peminjaman , nama, dan identitas lainnya.

b)      System bon

Blangko peminjaman yang ditulis sendiri oleh peminjam dengan memakai karbon dan dapat disimpan sesuai keperluan.

c)      System kartu

System ini praktis namun mahal

  1. Pelayanan Reference

Siasanya reference memiliki tempat penyimpanan tersendiri yang disebut ruang reference. Buku reference ini sifatnya memberi petunjuk, sehingga harus selalu tersedia diperpustakaan supaya dapat dipakai setiap saat.

  1. D.    Implementasi Layanan Perpustakaan Pada Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah

Kegiatan belajar mengajar mencakup usaha penataan dan pengunaan sarana dan bahan pelajaran pada sebelum, sewaktu dan sesudah proses belajar mengajar berlangsung. Secara umum, implementasi program perpustakaan terhadap kegiatan belajar mengajar dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

  1. Membantu menumbuh-kembangkan aktivitas anak
  2. Menurunkan kadar ketergantungan siswa pada guru
  3. Efisiensi dan efektivitasdalam upaya pencapaian tujuan pengajaran

Sedangkan Ruth Arn Davies dalam “The School Library Media Program” menguraikan penggunaan perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar adalah :

  1. Penggunaan Perpustakaan dalam pengajaran Ilmu Sosial

Rasional yang diberikan oleh NCSS untuk penggunaan sumber belajar anatara lain :

  1. Belajar dalam ilmu social membutuhkan banyak sumber
  2. Penggunaan satu text book tidak memadai
  3. Untuk mencapai tujuan komponen pendidikan social tergantung pada banyaknya informasi
  4. Media cetak harus tersedia
  5. Pelajar harus memiliki buku, majalah dan referensiyang sesuai mata pelajaran
  1. Penggunaan perpustakaan dalam pengajaran bahasa

Prof. Florence Clearly berkeyakinan bahwa pusat perpustakaan harus berpartisipasi aktif dalam program membaca berdasarkan asumsi :

  1. Membaca merupakan faktor yang paling kuat dalam pengembangan ilmu
  2. Ketrampilan dasar membaca perlu mendapat latihan lanjutan
  3. Walaupun anak sudah pandai membaca tidak ada jaminan bahwa minat baca akan berkembang dengan sendirinya
  1. Penggunaan perpustakaan dalam pengajaran sains

Berkenaan dengan keterampilan dalam perpustakaan, Shuster dan Wetzler menyajikan ketrampilan yang harus dikembangkan di SD adalah :

Kelas I

  • Mengenal perpustakaan
  • Pemeliharaan bahan pustaka
  • Penempatan bahan pustaka
  • Peminjaman bahan pustaka dari sekolah

Kelas II

  • Pendiskusian buku-buku di perpustakaan

Kelas III

  • Pelaporan buku-buku

Kelas IV

  • Penggunaan suatu Ensiklopedia
  • Penggunaan kartu catalog
  • Peminjaman buku dari perpustakaan umum
  • Membuat catatan-catatan
  • Menggunakan panflet

Kelas V

  • Penggunaan atlas dan globe
  • Penggunaan dictionary

Kelas VI

  • Penggunaan world-almanac
  1. E.     Kepala Sekolah dan Layanan Perpustakaan Sekolah

Kepala Sekolah sebagai administrator pendidikan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah yang memenuhi standart harus memperhatikan hal berikut :

  1. Perpustakaan harus berada dibawah staf sekolah yang ahli dalam bidang perpustakaan
  2. Perpustakaan sekolah harus memiliki sejumlah reference yang cukup
  3. Memakai system klasifikasi yang memadai
  4. Adanya perlengkapan yang memadai dalam bentuk ruangan, peralatan dan bahan untuk mereparasi disamping juga pintu masuk
  5. Melengkapi dan mengerjakan suatu record-system
  6. Melengkapi sejumlah fasilitas untuk membeli buku termasuk publikasi tentang buku yang baru diterbitkan
  7. Adanya perlengkapan bagi siswa termasuk jadwal yang lengkap

Untuk mengelola perpustakaan sekolah, kepala sekolah harus memahami bidang yang berkaitan dengan perpustakaan yang meliputi :

  1. Bidang Personnel

Kepala sekolah hendaknya menaruh perhatian pada personalia dan pengelolaannya, yakni :

  1. Memilih kepala perpustakaan yang tidak hanya sebagai seorang pembagi buku, namun juga sebagai organisator, guru, administrator, dan seorang personnel-worker.
  2. Mengembangkan perwakilan perpustakaan siswa di dalam OSIS dan mengadakan pemilihan komite perpustakaan siswa
  1. Bidang Service

Perpustakaan sebagai bagian integrasi dalam program pendidikan sekolah. Maka tugas kepala sekolah dalam bidang service akan terlaksana baik apabila mempertimbangkan hal berikut :

  1. Mengenal, memahami dan mengembangkan peranan perpustakaan dalam mengembangkan program pengajaran
  2. Mengenal masyarakat, Negara, dan lembaga perpustakaan nasional
  3. Menyediakan secara memadai ruan dan perlengkapan perpustakaan
  4. Menyusun jadwal pelayanan perpustakaan agar pelayanan lebih efektif
  5. Membantu pimpinan dalam disiplin perpustakaan
  6. Kepala sekolah memiliki tanggungjawab untuk membimbing stafnya dalam bekerja sama dengan pimpinan serta membentuk library committee
  7. Menyediakan biaya secara memadai berdasarkan anggaran tahunan juga dengan perencanaan yang dapat dikerjakan
  8. Bidang User dan Using

Penanganan bidang ini perlu mendapat perhatian sebab penggunaan (using) perpustakaan sekolah terutama ditujukan kepada siswa (user).

Dalam hubungannya dengan pengunaan perpustakaan sekolah, hendaknya :

  1. Kepala sekolah meluangkan waktu untuk keperpustakaan untuk observasi terhadap kemampuan siswa dengan menggunakan bahan pustaka dan ruang lingkup penggunaannya
  2. Kepala sekolah mengharapkan seluruf staf mengetahui perpustakaan dan bagaimana menggunakan bahan pustaka untuk kegiatan belajar mengajarnya
  3. Kepala sekolah mengadakan bimbingan dalam memajukan bacaan siswa dengan mengadakan checking dengan pimpinan perpustakaan sekolah
  4. Kepala sekolah berusaha mengembangkan penggunaan perpustakaan sekolah dengan melaksanakan supervise pengajaran terhadap guru-guru

Kegiatan akhir dari pengelolaan perpustakaan adalah kegiatan evaluasi perpustakaan sekolah. Evaluasi berdasarkan kriteria yang berkaitan dengan staf perpustakaan, penggunaan perpustakaan oleh siswa, administrasi, organisasi pemilihan materi dan karakteristik khusus dari layanan perpustakaan sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s