LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH

  1. A.    PENDAHULUAN

Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain, tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. Untuk itu, bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan teruatana bagi individu yang membutuhkan pihak lain untuk membantu permasalahan yang dihadapi.

Layanan bimbingan dan konseling memang semakin dibutuhkan bahkan di bidang pendidikan sekalipun. Layanan bimbingan konseling merupakan salah satu bentuk layanan khusus yang ada di sekolah. Layanan bimbingan konseling di skeolah mutlak dibutuhkan karena setiap siswa sebagai individu pasti memiliki persoalan atau permasalahan yang dihadapi. Terdapat siswa yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Namun, terdapat juga siswa yang membutuhkan pihak lain untuk membantu memecahlan masalah yang dihadapi. Untuk layanan bimbingan konseling merupakan layanan yang sangat tepat untuk diadakan di sekolah karena ketika siswa mendapatkan masalah dan dibantu untuk memecahkan masalah tersebut, maka tidak akan mengganggu proses perkembangan yang dialluinya baik itu proses pembelajaran maupun proses berinteraksi dengan lingkungan di sekitarmya.

Pada pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah, guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling, kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Kerja sama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif, memenuhi sasaran, serta realistik.

Kerja sama antar seluruh personel sekolah memang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Dengan tercipta kerja sama yang baik antar seluruh personel sekolah maka program-program bimbingan konseling akan berjalan dengan lancar dan seluruh fungsi dari bimbingan konseling di sekolah dapat berjalan dengan baik.

  1. B.     PEMBAHASAN
    1. 1.      Pengertian Bimbingan dan Konseling

Menurut Chiskolm dalam McDaniel (Prayitno, 2009:94) bimbingan membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. Sedangkan menurut Walgito (2004:5-6) bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.

Menurut Year Book of Education (Kusmintardjo, 1993:7) menyatakan bahwa bimbingan merupakan suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. Menurut Miller  (Kusmintardjo, 1993:7) menyatakan bahwa bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri secara maksimum kepada kepala sekolah, keluarga, serta masyarakat.

Menurut Smith dalam Sertzer & Stone (Prayitno, 2009:100) konseling merupakan suatu proses di mana konselor membantu konseli membuat intrepretasi-intrepretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, dan penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. Sedangkan menurut Walgito (2004:7), konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi oleh individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling memliki pengertian yang sedikit berbeda namun arah dan tujuannya sama yaitu untuk membantu individu mengembangkan dirinya berdasarkan potensi yang dimiliknya, membantu indvidu untuk menyesuaikan diri dengan lingungan serta membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapai oleh individu tersebut.

 

  1. 2.      Fungsi Bimbingan Konseling

Suherman dalam (http://nopi-nurpatimah.blogspot.com/2011/12/ makalah-bimbingan-dan-konseling-di.html) menyatakan bahwa secara umum, fungsi bimbingan dan konseling dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Fungsi pemahaman

Fungsi pemahaman merupakan fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli (klien) agar memiliki pemahaman terhadap potensi dirinya dan lingkungan (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.

  1. Fungsi preventif

Fungsi preventif yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok.

  1. Fungsi pengembangan

Fungsi pengembangan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif. konselor berupaya untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif. Konselor dan guru atau staf sekolah bekerja sama membentuk tim kerja merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara berkesinambungan membantu konseli mencapai tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan di sini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.

  1. Fungsi penyembuhan

Fungsi penyembuhan merupakan fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling dan remedial teaching.

  1. Fungsi penyaluran

Fungsi penyaluran yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan, atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

  1. Fungsi adaptasi

Fungsi adaptasi yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah/ madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi sekolah/madrasah, memilih  metode dan proses pembelajaran maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.

  1. Fungsi penyesuaian

Fungsi penyesuaian meruapakan fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli untuk menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

  1. Fungsi perbaikan

Fungsi perbaikan merupakan fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berpikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konsli supaya memiliki pola berpikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat menghantarkan mereka pada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.

  1. Fungsi fasilitas

Fungsi fasilitas yaitu memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras, dan seimbang dalam seluruh aspek dalam diri konseli.

  1. Fungsi pemeliharaan

Fungsi pemeliharaan yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktifitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif, dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli.

 

  1. 3.      Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling

Menurut Haditono dalam (Walgito, 2004:29) prinsip-prinsip bimbingan yaitu:

  1. Bimbingan dan konseling dimaksudkan untuk anak-anak, orang-orang dewasa, dan orang-orang yang sudah tua.
  2. Tiap aspek daripada kepribadian seseorang menentukan tingkah laku orang itu. Dengan demikian bimbingan bertujuan untuk memajukan penyesuaian individu harus berusaha pula memajukan individu itu dalam semua aspek-aspek tadi.
  3. Usaha-usaha bimbingan dalam prinsipnya harus menyeluruh ke semua orang karena semua orang mempunyai berbagai masalah yang butuh pertolongan.
  4. Berhubungan dengan prinsip kedua, maka semua guru di sekolah seharusnya menjadi pembimbing karena semua murid juga membutuhkan bimbingan.
  5. Sebaiknya semua usaha pendidikan adalah bimbingan sehingga alat-alat dan teknik mengajar juga sebaiknya mengandung suatu dasar pandangan bimbingan.
  6. Dala memberikan suatu bimbingan harus diingat bahwa semua orang meskipun sama dalam kebanyakan sifat-sifatnya namun tetap mempunyai perbedaan-perbedaan individual dan perbedaan-perbedaan individual inilah yang harus kita perhatikan.
  7. Supaya bimbingan dapat berhasil dengan baik dibutuhkan pengertian yang mendalam mengenai orang yang dibimbing.
  8. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pembimbing dengan badan atau yayasan yang ada di masyarakat yang mempunyai hubungan dengan usaha bimbingan tadi.
  9. Membutuhkan kerjasama dengan orang tua.
  10. Fungsi dari bimbingan adalah menolong orang supaya berani dan dapat memikul tanggung jawab sendirin dalam mengatasi kesuakaran yang dialaminya.
  11. Usaha bimbingan harus bersifat lincah sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat serta kebutuhan individual.
  12. Kesuksesan pada bimbingan itu tergantung pada kesediaan dan kesanggupan serta proses-proses yang terjai dalam diri orang itu sendiri.

 

  1. 4.      Arah dan Tujuan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah

Arah bimbingan dan konseling di sekolah adalah memungkinkan siswa mengenal dan menerima diri sendiri serta mengenal dan menerima lingkungannya secara positif dan dinamis serta mampu mengambil keputusan, mengamalkan dan mewujudkan diri sendiri secara efektif dan produktif sesuai dengan peranan yang diinginkannya dimasa depan.

Adapun tujuan bimbingan dan konseling di sekolah adalah agar tercapai perkembangan yang optimal pada individu yang dibimbing, dengan perkataan lain agar individu (siswa) dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan potensi atau kapasitasnya dan agar individu dapat berkembang sesuai lingkungannya.

Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah, diuraikan Umar (1998:21-21) dalam (http://nopi-nurpatimah.blogspot.com/2011/12/makalah-bimbingan-dan-konseling-di.html) sebagai berikut:

  1. Tujuan bimbingan bagi siswa:
  • Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada.
  • Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan motif-motif dalam belajar, sehingga tercapai kemajuan pengajaran yang berarti.
  • Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.
  • Membantu siswa-siswa untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam penyesuaian diri secara maksimum terhadap masyarakat.
  • Membantu siswa untuk hidup di dalam kehidupan yang seimbang dalam berbagai aspek fisik, mental dan sosial.

 

  1. Tujuan bimbingan bagi guru adalah sebagai berikut:
  • Membantu guru dalam berhubungan dengan siswa-siswa.
  • Membantu guru dalam menyesuaikan keunikan individual dengan tuntutan umum sekolah dan masyarakat.
  • Membantu guru dalam mengenal pentingnya keterlibatan diri dalam keseluruhan program pendidikan.
  • Membantu keseluruhan program pendidikan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan seluruh siswa.

 

  1. Adapun tujuan bimbingan bagi sekolah:
  • Menyusun dan menyesuaikan data tentang siswa yang bermacam-macam
  • Mengadakan penelitian tentang siswa dari latar belakangnya
  • Membantu menyelenggarakan kegiatan penataran bagi para guru dan personil lainnya, yang berhubungan dengan kegiatan bimbingan
  • Mengadakan peneltian lanjutan terhadap siswa-siswa yang telah meninggalkan sekolah.


 

  1. C.    PENUTUP
    1. 1.      SIMPULAN
  • Layanan BK sangat penting di sekolah karena layanan BK dapat membantu siswa-siswa membantu memecahkan masalah0masalah yang dihadapi oleh siswa.
  • Layanan BK memiliki berbagai fungsi yang di antaranya adalah Fungsi pemahaman, Fungsi preventif, Fungsi pengembangan, Fungsi penyembuhan, Fungsi penyaluran, Fungsi adaptasi, Fungsi penyesuaian, Fungsi perbaikan, Fungsi fasilitas, dan Fungsi pemeliharaan.
  • Dalam memberikan layanan BK, juga harus memperhatikan berbagia prinsip yang pada intinya harus menyeluruh ke semua siswa karena semua siswa mempunyai berbagai masalah yang butuh pertolongan tetapi tetap memperhatikan perbedaan-perbedaan termasuk perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh setiap siswa.
  • Tujuan umum dari layanan BK di sekolah adalah agar tercapai perkembangan yang optimal pada individu yang dibimbing, dengan perkataan lain agar individu (siswa) dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan potensi atau kapasitasnya dan agar individu dapat berkembang sesuai lingkungannya.

 

  1. 2.      SARAN
  • Layanan BK harus berjalan sesuai dengan prinsipnya agar fungsi dari BK dapat berjalan.
  • Layanan BK di sekolah harus terus ditungkatkan agar tujuan dari BK dapat tercapai.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kusmintardjo. 1993. Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah (Jilid 1). Malang: Depdikbud IKIP Malang

 

Prayitno dan Amti, Erman. 2009. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Rineka

Cipta.

 

Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling (Studi & Karir). Yogyakarta:Andi.

 

Nurpatimah, Nopi. 2011. Makalah Bimbingan Konseling di Sekolah. (online), (http://nopi-nurpatimah.blogspot.com/2011/12/makalah-bimbingan-dan-konseling-di.html, diakses 07 April 2013)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s